Studi Kasus Kejahatan Cracking

Masih ingat  pembobolan internet banking milik bank BCA pada tahun 2001? Kasus tersebut dilakukan oleh seorang mantan mahasiswa ITB Bandung dan juga merupakan salah satu karyawan media online (satunet.com) yang bernama Steven Haryanto. Anehnya Steven ini bukan Insinyur Elektro ataupun Informatika, melainkan Insinyur Kimia. Ide ini timbul ketika Steven pernah salah mengetikkan alamat website. Dia telah membuat beberapa situs yang sama persis dengan situs internet banking BCA yang beralamat di www.klikbca.com, seperti: wwwklikbca.com, kilkbca.com, clikbca.com, klickbca.com, klikbac.com.

Jika masuk ke empat situs itu, Anda akan mendapatkan situs internet yang sama persis dengan situs klikbca.com. Hanya saja saat melakukan login, Anda tidak akan masuk ke fasilitas internet banking bca dan akan tertera pesan "The page cannot be displayed". Fatalnya, dengan melakukan login di situs-situs itu, user name dan PIN internet Anda akan terkirim pada sang pemilik situs.

Karena perbuatannya itu Steven meminta maaf kepada pihak Bank Central Asia (BCA), dan permintaan maaf itu dikirimkan via email kepada BCA, Rabu (6/6/2001) dan ditembuskan pada redaksi detikcom dan Satunet.com.

Dalam pernyataannya, Steven menyatakan menyesal dan mengakui telah menimbulkan kerugian kepada pihak BCA dan pihak pelanggan yang kebetulan masuk ke situs palsu tersebut. Namun Steven menyatakan menjamin bahwa dia tidak pernah dan tidak akan menyalahgunakan data tersebut , dan  juga menyerahkan kembali data user yang didapatkannya kepada BCA.

Sumber : vibizmanagement

Analisa
Menurut penulis, apa yang telah dilakukan oleh Steven sungguh sangat merugikan pihak bank BCA dan para nasabah yang menjadi korban penipuannya. Dengan keahliannya di dunia maya, Steven membuat halaman web serupa dengan halaman resmi milik BCA dengan menggunakan alamat yang mirip dengan situs resmi BCA. Lalu Steven memanfaatkan kelengahan para nasabah BCA yang mengakses akunnya di internet, dan akhirnya Steven mendapatkan informasi para nasabah BCA.

Saran
Saran penulis, terutama untuk para nasabah bank apapun itu yang sering mengakses akun banknya di internet, harus jeli dalam mengetikkan alamat web bank tersebut, dan juga rutin untuk mengganti pin atau password e-bankingnya secara berkala, agar kejahatan seperti ini dapat lebih di minimalisir. Dan untuk Steven, sebaiknya dia menggunakan keahliannya untuk hal yang positif saja, daripada melakukan kegiatan negatif ini.

Kesimpulan
Cracking adalah kegiatan membobol suatu sistem komputer dengan tujuan mengambil data-data atau informasi yang berada di pihak korban dengan tujuan untuk mencari keuntungan. Seperti contoh kasus diatas, meskipun Steven tidak menggunakan data-data tersebut, tetapi jika di jual atau digunakan, data para nasabah tersebut sangat berharga.

0 komentar :

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik.